1. Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress
2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil
3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa
4. Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun
5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)
6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahan nya sendiri
7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri
8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan
9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk
10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian
selengkapya...
Laman
Sabtu, 20 Februari 2010
10 ALASAN BAIK MENGAPA KITA PERLU BERDOA DENGAN TEKUN
Kamis, 11 Februari 2010
Peta Impian
Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai.
Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja.
Bayangkan anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat.
Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di
pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan.
Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu
semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang
cakrawala. Tapi cakrawala yang mana…?
Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon,
dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah
akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian,
sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit.
Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian.
Tetapi bila anda salah arah – anda bisa kehabisan bahan bakar
sebelum bisa mencapai pulau impian.
Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti
kegunaan hidup anda – adalah sama dengan dilema pulau impian.
Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya
anda harus mengetahui peta impian. Yaitu apa, di mana, dan bagaimana mencapainya. Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya. Tentukan peta anda sekarang – untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin – dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat anda ke pulau impian… Untuk selanjutnya, Anda meraihnya, merengkuhnya, dan tersenyum dengan bangga, “Inilah impianku, dan aku telah mendapatkannya.”
==========
Sahabat, berhentilah sejenak dan mari kita saling mendoakan,doa untuk sahabat kita, orang tua kita, orang yang kita cintai, serta tak lupa admin web ini :) . Semoga peta menuju impian hidup yang kita rancang, diridhoi Allah SWT. Kita sadari tubuh kita, nyawa kita dan nafas kita, sepenuhnya adalah miliknya. Tiada satupun peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, tanpa ridhoNya. Selamat berjuang sahabat… Impian itu, sudah rindu untuk kita rengkuh, dan kita peluk.
selengkapya...
Selasa, 01 Desember 2009
Semangat Natal
Ayat bacaan: Filipi 2:5
=================
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus"
semangat natalTidak terasa kita sudah memasuki bulan Desember, dimana kita sebentar lagi akan merayakan Natal. Ini adalah bulan dimana hampir semua orang percaya akan lebih bersemangat dalam bekerja karena sebentar lagi akan ada libur, beberapa pesta atau tukar menukar kado dan berbagai kegiatan-kegiatan yang menggembirakan bersama keluarga dan sahabat-sahabat dekat. Sebagian dari kita mulai mengumpulkan lagu-lagu Natal agar bisa merasakan semangat Natal sejak awal bulan, bahkan mungkin ada sebagian di antara kita yang mulai membayangkan indahnya rumah diterangi kelap kelip pohon natal sebentar lagi. Pergi liburan bersama anak-anak, makan bersama keluarga besar, berkirim kartu ucapan, semua terasa begitu indah. Tidak heran mendekati Natal biasanya senyuman akan lebih mudah dijumpai di kalangan anak-anak Tuhan. Jika anda tinggal di luar negeri seperti Eropa atau sebagian dari Amerika, mungkin anda tengah menantikan turunnya salju yang sangat identik dengan Natal. Pusat-pusat perbelanjaan mulai berbenah dengan dekorasi dan lagu-lagu yang diputar pun tidak akan jauh dari lagu-lagu Natal. Salahkah itu semua? Tentu Tidak. Kelahiran Yesus sudah sepantasnya kita sikapi dengan sukacita. KedatanganNya ke dunia ini membawa misi penting untuk menebus kita semua, sebagai bukti nyata betapa Tuhan mengasihi manusia dan tidak ingin satupun dari kita untuk binasa. Dengan begitu indahnya Alkitab menuliskan firman Tuhan ini: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16). Oleh karenanya sukacita hadir di dalam diri kita, dan sebagai manusia tentu kita akan merayakannya melalui berbagai kegiatan yang diisi dengan kegembiraan. Pertanyaannya, apakah semangat Natal hanyalah berbicara atau berkaitan dengan pesta, tukar menukar kado, mendengar dan menyanyikan lagu-lagu Natal dari artis ternama? Jika itu yang menjadi gambaran bagi kita, maka itu tandanya kita belumlah sepenuhnya mengerti apa yang seharusnya menjadi semangat Natal yang sesungguhnya.
Natal adalah saat dimana kita merayakan kelahiran Yesus Kristus ke dunia. Seperti yang saya sebutkan di atas tadi, Natal ada karena kasih Tuhan yang begitu besar atas kita. Tuhan merelakan anakNya yang tunggal turun ke dunia ini, mengambil rupa sama seperti kita, menebus dosa-dosa kita semua agar kita tidak binasa, melainkan bisa memperoleh kehidupan yang kekal. Hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan, sehingga hari ini kita bisa "dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia" (Ibrani 4:16), tinggal dan diam di dalam hadirat Tuhan. Ini sesuatu yang luar biasa yang bisa kita nikmati lewat penebusan Kristus. Mari kita lihat bagaimana briliannya Paulus menggambarkan hal ini dalam Filipi 2. "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (Filipi 2:5). Pertama, lihatlah bahwa Yesus tidak menganggap bahwa kesetaraanNya dengan Allah harus dipertahankan. Yesus adalah Allah. Tapi meski demikian, "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia." (ay 6-7) Yesus mengosongkan diriNya. Maknanya? Dia rela mengambil rupa seorang hamba dan dilahirkan seperti manusia. Kedua, Yesus mau merendahkan diriNya untuk taat sepenuhnya menjalankan misi yang digariskan Tuhan sampai kepada kematianNya di atas kayu salib. Semua dilakukan demi kita semua manusia. "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (ay 8). Ini semua Dia lakukan karena kasih yang begitu besar kepada kita. Dan bagi kita manusia yang telah ditebus, sudah seharusnya kita meneladani apa yang telah diperbuat Kristus kepada sesama kita pula. We think the way He thinks, Tuhan Yesus memikirkan nasib manusia, karena itulah Natal ada. Jika Dia memikirkan nasib kita, tidakkah itu berarti bahwa kita pun harus merepresentasikan itu dengan mengasihi sesama kita juga?
Lewat pertobatan kita, kita meninggalkan kehidupan lama kita yang penuh cacat dan diperbaharui dalam roh dan pikiran kita dan menggantikannya dengan sebentuk hidup sebagai manusia baru yang telah sesuai kehendakNya dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya sesuai kehendak Tuhan. (Efesus 4:22-24). Be constantly renewed in the spirit of your mind. Roh kita sudah diperbaharui, maka pemikiran kita pun seharusnya mengikuti itu. Ironis sekali jika kita yang seharusnya sudah diubahkan menjadi manusia baru tapi masih juga belum bisa menanggalkan berbagai pemikiran-pemikiran lama, masih terpusat pada kepentingan dan hal-hal yang menyenangkan secara pribadi lalu tidak tergerak untuk memikirkan saudara-saudara kita lainnya yang tengah menghadapi pergumulan berat.
Di saat kita merancang berbagai kegiatan seperti pesta, liburan ke luar kota atau ke luar negeri atau bentuk-bentuk perayaan lainnya, ada banyak saudara kita yang mungkin makan sehari sekali saja masih sulit. Ada banyak yang tengah meratap memohon belas kasih akibat beratnya beban hidup. Ketika Yesus sudah melakukan itu semua lewat kedatanganNya ke dunia ini, sudahkah kita merepresentasikan semangat Kristus itu? Apakah kita mau merendahkan diri kita juga untuk berkorban, melayani dan membantu saudara-saudara kita yang sedang menderita? Itulah yang menjadi semangat Natal yang sesungguhnya. Memasuki Natal tahun ini, marilah kita lebih peka dan peduli lagi terhadap sesama kita. Tidak akan ada perayaan Natal jika Kristus tidak datang ke dunia untuk menebus kita. Dia telah mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba dan taat sampai mati di kayu salib sehingga kita bisa menikmati hadirat Tuhan hari ini dan mendapat jaminan keselamatan dalam kehidupan kekal. Demikian pula seharusnya kita bersikap. Semangat Natal sesungguhnya adalah semangat yang meneladani Kristus, dimana kita mau meluangkan waktu, tenaga dan sebagian dari yang kita miliki untuk membantu sesama kita yang menderita. Mereka pun ada dalam kasih Tuhan, mereka pun terlukis dalam telapak tanganNya dan tergambar dalam ruang mataNya. Tuhan mengasihi mereka sama seperti Tuhan mengasihi kita. Dan jika Tuhan saja mengasihi mereka, kita pun sudah selayaknya mengasihi mereka juga. Membantu mereka yang kekurangan, membagi sukacita dan berkat kepada mereka, sehingga mereka bisa tersenyum dan dapat merayakan kelahiran Kristus bersama kita tanpa harus menangis lagi, itulah semangat Natal yang sesungguhnya. Mari masuki masa Natal dengan semangat Natal yang benar.
Portret semangat Natal sepantasnya tergambar dari kepedulian kita terhadap sesama
selengkapya...
Rabu, 18 November 2009
SISTEM POIN
Seorang pria meninggal dunia dan rohnya pergi ke Surga. Di gerbang Surga ia disambut oleh Petrus.
Petrus berkata, "Inilah syarat untuk masuk ke Surga. Engkau memerlukan 100 poin untuk masuk. Caranya, sebutkan semua perbuatan baik yang telah engkau lakukan semasa hidupmu. Tiap-tiap perbuatan baik akan diberi poin sesuai dengan derajat kebaikannya. Kalau engkau sudah mencapai 100 poin maka engkau berhak menjadi penghuni Surga."
"Baiklah," kata orang tersebut, "saya telah menikah selama 50 tahun dan tidak pernah berselingkuh maupun berbohong terhadap istriku walau di dalam pikiran sekalipun."
"Itu bagus," kata Petrus, "nilainya 3 poin!"
"Tiga poin?!" kata orang itu dengan sedikit kecewa. "Baiklah, saya selalu hadir dalam setiap kebaktian Minggu selama hidup saya. Saya selalu membayar perpuluhan dan mendukung penuh pelayanan pekerjaan Tuhan di gereja."
"Luar biasa!" kata Petrus. "Hal ini sudah pasti menghasilkan 1 poin."
"Satu poin?!?" keluhnya; sekarang ia benar-benar merasa cemas. "Saya menjadi pelopor dapur umum untuk orang-orang miskin di kota saya dan saya bekerja di tempat penampungan untuk para veteran perang yang tidak punya rumah."
"Hebat! Itu berarti engkau memiliki tambahan 2 poin lagi," kata Petrus.
"Dua poin!?" orang itu berteriak. "Dengan sistem penilaian seperti ini, satu-satunya cara untuk dapat masuk ke Surga hanyalah dengan kasih anugerah Tuhan!"
Petrus mengangguk dan berkata, "Tepat, 100 poin untuk engkau! Masuklah anakku."
selengkapya...
SUDAHKAH DIASAH? iustrasi
Dahulu kala, ada seorang penebang kayu yang sangat kuat. Ia mendapatkan pekerjaan dari perusahaan penebangan kayu. Ia mendapat upah tinggi dan kondisi kerja yang baik. Karena itu, penebang kayu ini berusaha bekerja sebaik mungkin. Atasannya memberi dia sebuah kampak dan menunjukan tempat dimana ia harus bekerja.
Hari pertama, penebang kayu ini merobohkan 18 batang pohon. Atasannya sangat terkesan dan berkata, "Selamat, teruskan pekerjaanmu!". Termotivasi oleh perkataan atasan, sang penebang kayu bekerja lebih keras esok hari, tapi hanya dapat menebang 15 pohon saja. Hari ketiga dia mencoba lebih keras lagi, tapi dia hanya dapat menebang 10 batang pohon. Hari demi hari pohon yang ditebangnya menjadi lebih sedikit.
"Saya pasti telah kehilangan kekuatan saya", penebang kayu berpikir dalam hatinya. Dia pergi ke atasannya dan minta maaf, sambil berkata bahwa dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
"Kapan terkahir kali engkau mengasah kampakmu?" tanya sang atasan.
"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kampak saya. Saya sibuk sekali menebang pohon-pohon."
Pastikan kita tidak menghabiskan hidup kita seperti penebang kayu tersebut!
"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." Pengkotbah 1:1
selengkapya...
SANG PUTERA
Seorang Bapa yang kaya raya beserta putera tunggalnya mempunyai hobi yang sama yaitu mengkoleksi karya-karya seni. Aneka karya seni yang langka mulai dari Picasso sampai Raphael telah mereka miliki. Mereka sering duduk bersama sambil mengagumi koleksi seni mereka yang amat indah.
Pada saat perang Vietnam meletus, sang putera pun berangkat ke medan perang. Sayang sang putera gugur pada saat ia menolong temannya yang terluka. Sang bapa merasa sangat kehilangan dan sedih karena dia adalah putera satu-satunya.
Satu bulan kemudian, sesaat sebelum hari Natal, seseorang mengetuk pintu rumah Bapa tua itu. Seorang pemuda berdiri di depan pintu sambil membawa sebuah bungkusan yang amat besar, dan berkata, "Tuan, Anda pasti tidak mengenal saya. Saya adalah prajurit yang ditolong oleh anak Tuan sesaat sebelum dia gugur. Hari itu dia telah menolong banyak nyawa temannya, dan saat itu ia sedang menggendong saya ke tempat yang aman sebelum tubuhnya tertembus peluru tepat mengenai jantung dan ia gugur saat itu juga. Dia sering bercerita mengenai Anda dan koleksi-koleksi Anda."
Sambil menyerahkan bungkusan yang dibawanya, pemuda itu berkata, "Saya tahu bahwa benda ini tidak ada apa-apanya bila dibanding dengan koleksi Anda, tapi saya yakin bahwa Putera Anda almarhum menginginkan agar Anda mau menerimanya."
Sang bapa membuka bungkusan tersebut. Sebuah lukisan diri sang putera yang dilukis oleh pemuda tersebut terpampang dihadapannya. Lukisan itu benar-benar indah dan hidup. Dengan berlinangkan air mata, sang bapa mengucapkan terima kasih atas pemberian pemuda tersebut dan berniat untuk membayar lukisan itu.
"Tidak Tuan, saya tidak dapat membalas apa yang telah dilakukan putera Anda kepada saya. Ini adalah sebuah hadiah untuk Anda."
Sang bapa kemudian menggantung lukisan tersebut di tempat yang strategis. Lukisan ini senantiasa diperlihatkan kepada setiap tamu yang datang berkunjung ke rumahnya, sebelum mereka menikmati koleksi seni yang lain.
Beberapa bulan kemudian sang bapa pun meninggal. Semua karya seni miliknya dilelang. Banyak orang yang khusus datang untuk menikmati koleksi seni tersebut sambil mengikuti acara pelelangan.
Lukisan pertama yang diajukan untuk dilelang adalah lukisan Sang Putera. Juru lelang mulai menawarkan lukisan tersebut, "Baik Bapak, Ibu sekalian, siapa yang mau memulai penawaran terhadap lukisan ini?"
Tapi tidak ada reaksi dari orang-orang yang hadir, bahkan ada peserta yang berteriak, "Kami ingin melihat lukisan yang terkenal. Lewati saja lukisan ini."
Tapi si juru lelang tidak menggubris usulan tersebut, "Adakah yang ingin menawar lukisan ini? Siapa yang ingin mengajukan penawaran pertama?"
Seorang peserta lain berteriak dengan nada marah, "Kami datang kesini bukan untuk melihat lukisan jelek itu. Kami datang untuk melihat Van Goghs, the Rembrandts. Ayo, mulailah dengan lelang yang sesungguhnya."
Tapi si juru lelang tetap melanjutkan penawarannya, "Sang Putera, Sang Putera, siapa yang menawar Sang Putera?"
Akhirnya ada juga yang menawar lukisan tersebut, sebuah suara yang datang dari barisan yang paling belakang. Ia adalah mantan tukang kebun yang telah lama bekerja di rumah sang bapa. "Saya menawarnya."
"OK, kita sekarang punya satu penawar, siapa yang mau menambah?"
"Berikan padanya, dan tunjukkan master piece yang sesungguhnya," teriak peserta yang lain.
Mereka benar-benar tidak menghendaki lukisan yang mereka anggap tidak mempunyai nilai sama sekali itu.
Si juru lelang akhirnya menyerah, "Baik untuk lukisan Sang Putera, satu kali, dua kali, tiga kali." Dan palupun diketuk.
"Ayo, sekarang kita mulai dengan lelang yang sesungguhnya," teriak seorang peserta dari baris depan.
Si juru lelang meletakkan palunya dan berkata, "Maaf bapak-ibu sekalian, lelang hari ini telah selesai."
"Bagaimana dengan lukisan-lukisan lainnya?" teriak para peserta.
"Maaf bapak-ibu sekalian, sebelum saya diminta untuk memimpin acara lelang ini, saya mendapat pesan rahasia dari pengacara keluarga. Yang dilelang hanyalah lukisan Sang Putera. Barang siapa yang membeli lukisan Sang Putera maka ia akan mendapat seluruh warisan yang ditinggalkan oleh sang bapa, termasuk lukisan-lukisan master piece. Saya tidak boleh membocorkan pesan rahasia ini sampai lukisan Sang Putera ini laku terjual."
Allah memberikan Putera-Nya 2000 tahun yang lalu untuk wafat di kayu salib. Seperti apa yang ditawarkan oleh si juru lelang, "Sang Putera, Sang Putera, siapa yang mau mengambil Sang Putera?" Barangsiapa yang memiliki Sang Putera, maka ia akan mendapatkan segalanya. (Anonim)
selengkapya...
Sabtu, 14 November 2009
MENABUR DAN MENUAI
Seorang pria mengamati tetangganya yang berumur 80 tahun sedang menanam pohon mangga.
Ia bertanya, "Anda tentu tidak berharap untuk menikmati buahnya bukan? Paling sedikit dibutuhkan 20 tahun sampai pohon itu berbuah".
Orang tua itu menghela nafas sejenak dan menjawab, "Tidak, mungkin saya tidak akan pernah melihat pohon ini berbuah. Saya sudah terlalu tua untuk menunggu saat itu. Tapi tidak apa-apa ...
Selama hidup saya sudah menikmati buah mangga ... tetapi bukan dari pohon yang saya tanam sendiri. Kalau saja tidak ada orang yang menanam pohon mangga, seperti yang saya lakukan sekarang, mungkin saya tidak akan pernah bisa menikmati buah mangga.
Saya hanya berusaha berbuat yang sama dan berharap semua orang yang menikmati buahnya akan menanam juga untuk generasi berikutnya."
Yesus bersabda dalam Yohanes 4:37, "... yang seorang menabur dan yang lain menuai ... "
selengkapya...