"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika kamu tidak demikian, kamu tidak tahan uji. (2 Kor 13:5)"
Apa boleh buat, kita memang hidup di tengah masyarakat telat berkembang, yang bukan saja kurang serius kepada hal-hal pemeriksaan, penyelidikan dan pengujian, tetapi juga seringkali tidak jujur. Lihatlah! Begitu banyak pemilik kenderaan pribadi apalagi umum yang merasa tidak punya waktu, tidak penting, atau tidak perduli untuk memeriksa kondisi kenderaannya sebelum berangkat. Lebih parah, pemilik armada angkutan udara dan laut juga sama sifatnya, sehingga wajar saja kecelakaan pesawat terbang dan kapal banyak terjadi. Jalan-jalan rusak karena truk-truk yang kelebihan muatan kongkalikong dengan jembatan timbang yang seharusnya bertugas memeriksa dan menguji mereka. Di dunia akademik, selain siswa/ mahasiswa banyak yang masih gemar mencontek kadang guru-guru juga membocorkan soal ujian, dengan motif pribadi atau malah kesepakatan sekolah! Fit and proper tes yang dilakukan parlemen sulit diketahui kebenarannya karena juga sarat dengan suap dan korupsi.
Namun ada lagi yang lebih parah. Banyak orang di negeri ini, entah ajaran dari mana, yang sangat takut memeriksa dan menyelidiki dirinya sendiri. Alhasil banyak orang baru tahu penyakitnya setelah parah, dan selanjutnya datang ke rumah sakit terlambat. Alih-alih ingin mengetahui keadaan diri sebenarnya, banyak orang malah memelihara bayangan dan harapan palsu tentang dirinya. Itulah sebabnya para dukun sangat laris, apalagi yang membawa-bawa Alkitab dan nama Yesus, sebab mereka tahu betul banyak orang tidak suka mengetahui kondisi dirinya sesungguhnya, dan karena itu ingin mendengar “kabar baik walau bohong”.
Firman hari ini mengajak kita agar senantiasa memeriksa dan menguji diri kita sendiri: kesehatan fisik dan psikis, kemampuan mental dan intelektual, serta kondisi rumah dan berbagai peralatan rumah tangga yang kita gunakan sehari-hari. Lebih dari itu firman hari ini menantang kita juga memeriksa iman dan spiritualitas kita. Bagaimana keadaan sebenarnya iman kita kepada Tuhan? Jika diselidiki dan diuji secara mendalam: apakah kita taat kepada Tuhan, mengasihi sesama, dan penuh dengan pengharapan?
Seorang teolog mengatakan ada 4(empat) situasi hidup yang bisa kita pergunakan sebagai alat untuk membantu kita menguji iman dan spiritualitas kita. Pertama: saat kita sedang marah. Kedua: saat kita sedang sendirian dan kesepian, tak seorang pun ada di dekat dan melihat kita. Ketiga: saat kita sedang memiliki suatu obsesi atau keinginan yang sangat kuat. Keempat: saat kita berkelimpahan uang. Pertanyaan menguji iman: apakah ketika berada dalam kondisi-kondisi itu kita masih dapat disebut sebagai Kristen atau pengikut Yesus yang baik? Bagaimanakah iman, kasih dan pengharapan kita di saat kita sedang marah, kesepian, terobsesi, atau berkelimpahan materi? Jawablah jujur. Sebelumnya mintalah kepada Tuhan agar kamu diberikan hati yang ingin mengetahui kebenaran, atau keadaan imanmu sebenar-benarnya.
Doa:
Ya Allah, berilah kepada kami hati yang jujur dan ikhlas, agar kami selalu ingin dan berani mengetahui kondisi diri kami sebenarnya. Tolonglah dan mampukanlah kami memeriksa, menyelidiki dan mengevaluasi diri dan hidup kami. Karuniakanlah kami Roh Kudus agar kami juga menguji iman kami supaya kami tahu keadaan iman kami sesungguhnya, dan kami mau memperbaiki dan meningkatkannya. Ya Allah, berkatilah kami. Buatlah kami berbahagia dan selalu gembira bersama Yesus, Tuhan dan Juruslamat kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
selengkapya...
Laman
Jumat, 02 April 2010
Menguji Iman Sendiri
Belajar Bijak Kepada Semut
"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. (Amsal 6:6)"
Disamping bebal dan terlalu banyak bicara, maka sifat lain yang sangat dicela dalam kitab Amsal adalah: malas atau kemalasan. Kemalasan mendatangkan kemiskinan dan kerja paksa (Amsal 6:11, 11:24). Si pemalas adalah saudara si perusak (Amsal 18:9) sebab oleh kemalasan runtuhlah atap (Pengkotbah 10:18). Hati si pemalas penuh dengan keinginan tetapi semuanya sia-sia (Amsal 13:4). Si pemalas suka membayangkan ada singa berkeliaran di jalan-jalan sehingga dia memilih tidur-tiduran di rumah. (Amsal 26:13). Bahkan untuk memasukkan makanan yang sudah ada di depannya ke mulutnya si pemalas tidak punya daya (Amsal 16:15). Sebab itulah si pemalas dibunuh oleh keinginannya sendiri (Amsal 21:25).
Penulis Amsal menyuruh orang-orang malas agar belajar kepada semut, memperhatikan tingkah langkah hewan-hewan kecil ini, supaya mereka menjadi bijak. Kita tahu semut adalah hewan yang sangat rajin, tekun, selalu menyibukkan diri, dan hebatnya bisa bekerja sama. Dari film-film dokumenter yang dibuat kita tahu semut bukan saja mengumpulkan bahan makanan tetapi juga “bertani” sejenis jamur dan “beternak” serta melakukan berbagai aktivitas untuk mengelola kerajaannya. Satu hal lagi yang baik: semut selalu berciuman atau bersalaman (?) saban kali berjumpa.
Tuhan menganugerahkan kita manusia akal budi melampaui, melampaui, semut-semut kecil itu. Tuhan bahkan memberi kita kemampuan berimajinasi, berkreasi, berekspresi dan berorganisasi di atas semut-semut kecil itu. Sebab itu tidak ada lagi alasan bagi kita bermalas-malasan, menganggur tak punya kerjaan, atau bersikap putus asa dan apatis menghadapi masalah kehidupan. Kemampuan kita jauh melampaui semut, burung atau berang-berang. Sebab itu marilah kita bekerja dan berkarya. Marilah kita melakukan sesuatu yang konkret untuk mengatasi masalah atau membuat hidup kita lebih sejahtera dan bahagia. Marilah kita melakukan langkah nyata ke depan, tidak hanya berdiam diri atau mengeluh saja. Ya, mari kita bangkit bersama-sama.
Doa:
Ya Allah, kami mau belajar jadi menjadi orang baik dan bijak. Berilah kami semangat menyala-nyala. Desaklah kami agar rajin, tekun dan gembira berbuat berbagai kebajikan agar kehidupan di dunia ini lebih sejahtera dan membahagiakan. Bantulah kami memerangi kemalasan diri kami sendiri. Ya Allah, Engkau masih bekerja mendatangkan kebaikan sampai hari ini. Biarlah kami bekerja juga dengan kekuatan yang Kauanugerahkan dalam Yesus. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
selengkapya...
Selasa, 30 Maret 2010
KISAH LANTAI PUALAM
Alkisah terdapat sebuah museum yang lantainya terbuat dari batu pualam yang indah. Di tengah-tengah ruangan museum itu dipajang sebuah patung pualam pula yang sangat besar. Banyak orang datang dari seluruh dunia mengagumi keindahan patung pualam itu. Suatu malam, lantai pualam itu berkata pada patung pualam.
Lantai Pualam: "Wahai patung pualam, hidup ini sungguh tidak adil. Benar-benar tidak adil! Mengapa orang-orang dari seluruh dunia datang kemari untuk menginjak-injak diriku tetapi mereka mengagumimu? Benar-benar tidak adil!"
Patung Pualam: "Oh temanku, lantai pualam yang baik. Masih ingatkah kau bahwa kita ini sesungguhnya berasal dari gunung batu yang sama?"
Lantai Pualam: "Tentu saja, justru itulah mengapa aku semakin merasakan ketidakadilan itu. Kita berasal dari gunung batu yang sama, tetapi sekarang kita menerima perlakuan yang berbeda. Benar-benar tidak adil!"
Patung Pualam: "Lalu apakah kau masih ingat ketika suatu hari seorang pemahat datang dan berusaha memahat dirimu, tetapi kau malah menolak dan merusakkan peralatan pahatnya?"
Lantai Pualam: "Ya, tentu saja aku masih ingat. Aku sangat benci pemahat itu. Bagaimana ia begitu tega menggunakan pahatnya untuk melukai diriku. Rasanya sakit sekali!"
Patung Pualam: "Kau benar! Pemahat itu tidak bisa mengukir dirimu sama sekali karena kau menolaknya."
Lantai Pualam: "Lalu?"
Patung Pualam: "Ketika ia memutuskan untuk tidak meneruskan pekerjaannya pada dirimu, lalu ia berusaha untuk memahat tubuhku. Saat itu aku tahu melalui hasil karyanya aku akan menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda. Aku tidak menolak peralatan pahatnya membentuk tubuhku. Aku berusaha untuk menahan rasa sakit yang luar biasa."
Lantai Pualam: "Mmmmmm...."
Patung Pualam: "Kawanku, ini adalah harga yang harus kita bayar pada segala sesuatu dalam hidup ini. Saat kau memutuskan untuk menyerah, kau tak boleh menyalahkan siapa-siapa atas apa yang terjadi pada dirimu sekarang."
Bagaimana dengan kita? Sudah siapkah untuk 'dipahat'?
selengkapya...
Tak Sesulit Yang Dibayangkan
Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak baik.
Hari ini mata bajaknya pecah lagi. Ia lalu memikirkan bahwa semua kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan untuk melakukan sesuatu pada batu itu.
Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah batu. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal sekitar beberapa inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan dengan palu biasa. Kemudian ia lalu menghancurkan batu itu sambil tersenyum gembira. Ia teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya selama bertahun-tahun oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah dan cepat.
Kita sering ditakuti oleh bayangan seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi.
Maka, atasi persoalan anda sekarang. Karena belum tentu sebesar yang anda takutkan, dan belum tentu sesulit yang anda bayangkan.
selengkapya...
Siapakah aku ..?
Aku adalah teman tetapmu
Aku adalah penolongmu yang terbesar atau bebanmu yang terberat.
Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu menuju kegagalan.
Aku sepenuhnya tunduk kepada perintahmu.
Sebagian hal yang kulakukan mungkin sebaiknya kamu serahkan saja kepadaku,
maka aku akan dapat melakukannya dengan cepat dan tepat.
Aku mudah diatur - kamu tinggal tegas terhadapku.
Tunjukkan kepadaku bagaimana persisnya kamu ingin sesuatu itu dilaksanakan
dan setelah beberapa kali belajar aku akan melakukannya dengan otomatis.
Aku adalah hamba dari semua insan besar, dan sayangnya, juga hamba dari semua pecundang.
Mereka yang besar, telah kujadikan besar.
Mereka yang gagal, telah kujadikan pecundang.
Aku bukan mesin, walaupun aku bekerja dengan ketepatan seperti mesin ditambah intelejensi manusia.
Kamu bisa menjalankan aku demi keuntungan atau demi kehancuran - tak ada bedanya bagiku.
Ambillah aku, latihlah aku, tegaslah terhadapku, maka aku akan meletakkan dunia di kakimu. Kendorlah terhadapku maka aku akan menghancurkanmu.
Siapakah aku?
Aku adalah Kebiasaan.
Source : 7 Habits of Highly Effective Teens - Sean Covey
selengkapya...
Sabtu, 20 Februari 2010
10 ALASAN BAIK MENGAPA KITA PERLU BERDOA DENGAN TEKUN
1. Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress
2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil
3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa
4. Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun
5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)
6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahan nya sendiri
7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri
8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan
9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk
10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian
selengkapya...
Kamis, 11 Februari 2010
Peta Impian
Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai.
Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja.
Bayangkan anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat.
Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di
pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan.
Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu
semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang
cakrawala. Tapi cakrawala yang mana…?
Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon,
dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah
akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian,
sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit.
Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian.
Tetapi bila anda salah arah – anda bisa kehabisan bahan bakar
sebelum bisa mencapai pulau impian.
Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti
kegunaan hidup anda – adalah sama dengan dilema pulau impian.
Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya
anda harus mengetahui peta impian. Yaitu apa, di mana, dan bagaimana mencapainya. Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya. Tentukan peta anda sekarang – untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin – dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat anda ke pulau impian… Untuk selanjutnya, Anda meraihnya, merengkuhnya, dan tersenyum dengan bangga, “Inilah impianku, dan aku telah mendapatkannya.”
==========
Sahabat, berhentilah sejenak dan mari kita saling mendoakan,doa untuk sahabat kita, orang tua kita, orang yang kita cintai, serta tak lupa admin web ini :) . Semoga peta menuju impian hidup yang kita rancang, diridhoi Allah SWT. Kita sadari tubuh kita, nyawa kita dan nafas kita, sepenuhnya adalah miliknya. Tiada satupun peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, tanpa ridhoNya. Selamat berjuang sahabat… Impian itu, sudah rindu untuk kita rengkuh, dan kita peluk.
selengkapya...